Perahu Nabi Nuh
July 18th, 2008 by adeeriswanDi sebuah gunung yg sentiasa
diselimuti salju yg terletak di Timur Turki, tersembunyi sebuah misteri
"berharga" yang berusia lebih dari 5000 tahun.
Peninggalan sejarah yg maha berharga itu bukan saja menarik minat para
pengkaji Sejarah saja, namun pihak penyelidik US seperti CIA/KGB pun
mencoba untuk melakukan penelitian disana. Sejauh ini CIA telah
menggunakan satelite dan pesawat ‘Stealth’ utk mengambil gambar objek
yg terdampar di puncak gunung tersebut. 
Gambar2 itu telah menjadi "rahasia besar" dan tersimpan rapi dengan
kawalan yg ketat bersama dengan "rahasia2" penting yg lain di Pentagon.
Sudah beratus2 orang mencoba untuk mendaki Gunung Aghi-Dahl yg kerap
dijuluki juga sebagai "Gunung Kesengsaraan" atau dengan nama peta-nya
yaitu Mount Ararat, namun hanya beberapa2 orang saja yang berhasil
menaklukannya.Sebagian lagi selebihnya hanyalah menambah deretan
panjang pendaki-pendaki yang menjadi korban keganasannya.
Hingga hari ini, hanya ada beberapa orang pendaki yg dapat sampai ke
puncak Mt.Ararat sekaligus dapat menyaksikan dgn mata kepala sendiri
sebuah artifak yg ‘mahaberharga’ tersimpan abadi dipuncaknya.
Lalu apakah sebenarnya artifak "mahaberharga" yang terkubur selama ribuan tahun di puncak Ararat itu?
Yup,menurut para ahli kepurbakalaan, mereka menafsirkan bahwa artifak
dengan dimensi yang sangat besar tersebut tak lain adalah The Great
Noah Ark (Perahu/Bahtera Nabi Nuh)!
Seperti yang kita ketahui bahwa The Great Pyramid of Giza, Mesir telah
terkubur didalam tanah selama kurang lebih 2000 tahun lamanya sebelum
ditemukan dan dilakukan penggalian terhadapnya.
Begitu pula halnya dengan The Great Noah Ark ,sebelum terjadinya sebuah
gempa bumi hebat yang melanda daerah itu pada 2 Mei 1988 silam ,artifak
tersebut tertimbun di bawah salju hampir selama 5000 tahun lamanya
tanpa ada yang mengetahui bahwa sebenarnya tersimpan sebuah rahasia
besar didalamnya.
Sebenarnya, zaman Nabi Noah AS dulu tidaklah seprimitif yg kita semua
bayangkan. Pada hakikatnya pengetahuan Sains dan teknologi mereka sudah
maju pada masa itu.
Contohnya dari beberapa hasil temuan di kaki Mount Ararat, Para
Pengkaji dan Scientist Russia telah menemui lebih kurang 500 kesan
artifak batu baterai elektrik purba yg digunakan utk menyadurkan
logam.Tentunya temuan tersebut bisa membuktikan bahwa masyarakat zaman
Nabi Noah/Nuh telah mengenal listrik.
Mengikut perkiraan para ahli ,Nabi Noah AS kira-kira memulai membangun
bahteranya pada tahun 2465 B.C dan hujan lebat baru turun dan mengguyur
bumi selama bertahun- tahun sehingga mengakibatkan munculnya air bah
maha dasyat yang rata-rata dapat mengahiri sebagian populasi manusia
dimuka bumi diperkirakan terjadi pada 2345 B.C
Rupa bentuk dari The Great Noah Ark itu sendiri sebenarnya tidak sama
dengan bentuk kapal laut masa kini pada umumnya. Menurut para peneliti
dan pendaki yg pernah melihat langsung "Noah Ark" di puncak Mt.Ararat
serta beberapa image yang diambil dari pemotretan udara,The Great Noah
Ark memang merupakan sebuah bahtera yang berdimensi sangat besar dan
kokoh.
Kontruksi utamanya tersusun oleh susunan kayu dari species pohon purba
yg memang sudah tidak bisa ditemui lagi didunia ini alias sudah
punah.Pengukuran obyek yang ditandai mempunyai altitude 7.546 kaki
dengan panjang dari bahtera kurang lebih 500 kaki,83 kaki lebar,dan 50
kaki tinggi.
Ada juga Para Pengkaji berpendapat,"Noah Ark" berukuran lebih luas dari sebuah lapangan sepak bola.
Luas pada bagian dalamnnya cukup utk menampung ratusan ribu
manusia.Jarak dari satu tingkat ke satu tingkat lainnya ialah 12 hingga
ke 13 kaki. Sebanyak kurang lebih ribuan sampai pulahan ribu balak kayu
digunakan untuk membangunnya.
Totalnya,terdapat kurang lebih ratusan ribu manusia dan hewan dari
berbagai species yang ikut menaiki bahtera ini,Mengikuti kajian dari
Dr.Whitcomb, kira2 terdiri 3.700 binatang mamalia, 8.600 jenis
itik/burung,6300 jenis reptilia,2500 jenis amfibia yg menaiki The Great
Noah Ark tersebut,sisanya adalah para kaum Nabi Nuh yang percaya akan
ajaran yang dibawanya.Total berat kargo/muatan bahtera itu keseluruhan
mungkin mencapai kurang lebih 24,300 ton.
Di sekitar obyek tersebut, juga ditemukan sebuah batu besar dengan
lubang pahatan. para peneliti percaya bahwa batu tersebut adalah
"drogue-stones", di mana pada zaman dahulu biasanya dipakai pada bagian
belakang perahu besar untuk menstabilkan perahu. Radar dan peralatan
mereka menemukan sesuatu yang tidak lazim pada level "iron oxide" atau
seperti molekul baja. Struktur baja tersebut setelah dilakukan
penelitian bahwa jenis "vessel" ini telah berumur lebih dari 100.000
tahun, dan terbukti bahwa struktur dibuat oleh tangan manusia. Mereka
percaya bahwa itu adalah jejak pendaratan perahu Nuh.
Beberapa sarjana berpendapat bahwa kemungkinan besar ‘Noah Ark’ ini
dibangun disebuah tempat bernama Shuruppak, yaitu sebuah kawasan yg
terletak di selatan Iraq.
Jika ia dibangun di selatan Iraq dan akhirnya terdampar di Utara
Turkey,kemungkinan besar bahtera tersebut telah terbawa arus air sejauh
kurang lebih 520 Km.
Mount Ararat Mt.Ararat itu sendiri bukanlah sembarang gunung,ia adalah
sebuah gunung yg unik. Diantara salah satu keunikan yg terdapat pada
gunung ini ialah, pada setiap hari akan muncul pelangi pada sebelah
utara puncak gunung itu.
Mt.Ararat ini ialah salah satu gunung yg mempunyai puncak yg terluas di
muka bumi ini. Statusnya juga merupakan puncak tertinggi di Turki yaitu
setinggi 16,984 kaki dari permukaan air laut.Sedangkan puncak kecilnya
setinggi 12,806 kaki .Jika kita berhasil menaklukkan puncak besarnya
,kita dapat melihat 3 wilayah negara dari atasnya, yaitu "Russia,Iran,
dan Turkey".
Sebuah "batu nisan" yg didakwa kepunyaan nabi Nuh AS telah dijumpai di
Mt.Lebanon di Syria. Batu nisan itu berukuran 120 kaki panjang.

Pada tahun 1917,Maharaja Russia Tsar Nicholas II mengirim sejumlah 150
org pakar dari berbagai bidang yg terdiri dari saintis,arkeolog dan
tentara untuk melakukan penyelidikan terhadap The Great Noah Ark
tersebut.
Setelah sebulan, tim ekspedisi itu baru sampai ke puncak Ararat. Segala
kesukaran telah berhasil mereka lewati, dan akhirnya menemukan perahu
Nuh tersebut. Dalam keadaan terkagum, mereka mengambil gambar sebanyak
mungkin
Dalam keadaan terkagum, mereka mengambil gambar sebanyak mungkin.
Mereka mencoba mengukur panjang perahu Noah dan didapati berukuran
panjang 500 kaki, lebar 83 kaki dan tinggi 50 kaki, sebagian lainnya
tenggelam di dalam salju.
Hasil dari perjalanan itu dibawa pulang dan mau diserahkan kepada Tsar,
malangnya sebelum sempat melaporkan temuan itu ke tangan kaisar,
Revolusi Bolshevik Komunis (1917) meletus. Laporan itu akhirnya jatuh
ke tangan Jenderal Leon Trotsky. Sehingga sampai sekarang masih belum
diketahui, apakah laporan itu masih disimpan atau dimusnahkan.